Menurut kalian reuni itu penting tidak sih?
Reuni adalah berkumpulnya beberapa orang dari satu sekolah, pekerjaan ataupun perkumpulan lainnya yang sudah lama tidak bertemu.. yang berisi obrolan ataupun percakapan.
Tujuan dari reuni ini sendiri pun berbeda beda. Mungkin bagi sebagian orang reuni sangat penting karena mereka bisa bertemu dengan teman lama, bercerita pengalaman ataupun membicarakan apa yang sudah mereka punya saat ini dibanding dulu. Membahas masa lalu atau yang lainnya...
Reuni adalah berkumpulnya beberapa orang dari satu sekolah, pekerjaan ataupun perkumpulan lainnya yang sudah lama tidak bertemu.. yang berisi obrolan ataupun percakapan.
Tujuan dari reuni ini sendiri pun berbeda beda. Mungkin bagi sebagian orang reuni sangat penting karena mereka bisa bertemu dengan teman lama, bercerita pengalaman ataupun membicarakan apa yang sudah mereka punya saat ini dibanding dulu. Membahas masa lalu atau yang lainnya...
Apakah dalam Islam reuni itu penting ?
Kadang kita diundang dalam suatu acara baik reuni atau acara lainnya yang asalnya boleh dihadiri. Namun sayangnya, dalam acara tersebut beberapa saudara kita menambahkan acara-acara maksiat seperti musik, ikhtilath (campur baur). Apakah boleh menghadiri acara semacam itu?
Untuk seorang yang telah melewati beberapa fase pendidikan sepertiku, pasti selalu bersinggungan dengan kata “reuni”. Dan ini menjadi sebuah beban berat tatkala aku dihadapkan dengan permintaan silaturahmi berbingkai reuni.
Banyak alasan untuk menolak yang kukemukakan terkait hal biasa yang satu ini. Kenapa aku menolak? Woles, selalu ada alasan syar’i dibalik keenggananku bertemu dengan teman lama. Bukan karena aku sombong, atau seperti peribahasa kacang lupa kulitnya .
Bukan pula ingin memutuskan tali silaturahmi. Tidak sama sekali. Tapi lebih melihat manfaat atau berkah dari tujuan reuni itu sendiri
Bukan pula ingin memutuskan tali silaturahmi. Tidak sama sekali. Tapi lebih melihat manfaat atau berkah dari tujuan reuni itu sendiri
Aku berbicara tentang peranku sebagai seorang muslim dan hamba Allah. Aku terikat peraturan islam. Bukan sebagai seorang manusia sekuler yang memisahkan ranah agama dalam kontekstual dirinya sendiri dengan kehidupan bermasyarakat.
Islam mengajarkan bahwa bersilaturahmi merupakan perkara wajib, yang bila dilanggar maka akan mendapat dosa di sisi Allah. Tapi kita harus tahu, bahwa konteks silaturahmi dalam islam adalah menjaga hubungan baik dengan kerabat yang berstatus rahim-mahram . Bagaimana dengan menjaga hubungan yang satu rahim tapi non- mahram? Islam menghukuminya tidak wajib.
Dari konteks di atas dapat kita pahami bahwa reuni hukumnya haram jika kita melakukan aktivitas ini dengan orang yang bukan mahram. Kenapa? Karena, orang yang bukan mahram, haram hukumnya ber- khalwat (berdua-duaan) dengannya haram melihat, selain wajah dan kedua telapak tanganya juga haram melakukan ikhtilâth (bercampur-baur antara pria dan wanita) dengannya.
Ini jauh bertentangan dengan fakta reuni kekinian, dimana kita ditempatkan di tempat yang sama antara pria dan wanita (ikhtilâth), membicarakan keadaan, dan melepaskan kerinduan.
Yang dikhawatirkan adalah ikhtilath .
Secara bahasa Ikhtilath berarti percampuran; perubahan ingatan. Tetapi yang dimaksudkan di dalam pembahasan ini adalah Ikhtilath (percampuran) antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya. Sementara itu dari perkataan para ahli ilmu, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksudkan dengan Ikhtilath adalah percampuran atau berdesak-desakan antara orang-orang laki-laki dengan para wanita. Di antara perkataan mereka adalah:
Secara bahasa Ikhtilath berarti percampuran; perubahan ingatan. Tetapi yang dimaksudkan di dalam pembahasan ini adalah Ikhtilath (percampuran) antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya. Sementara itu dari perkataan para ahli ilmu, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksudkan dengan Ikhtilath adalah percampuran atau berdesak-desakan antara orang-orang laki-laki dengan para wanita. Di antara perkataan mereka adalah:
1. Ketika Imam Abu Bakar Muhammad bin Al-Walid Ath-Thurthusi rahimahullah menyebutkan berbagai macam bid’ah, beliau berkata: “Dan (termasuk bid’ah) keluarnya orang-orang laki-laki bersama-sama atau sendiri-sendiri bersama para wanita dengan berikhtilath”
Dalam perkumpulan antara wanita dan pria yang bukan mahrom, dengan apapun itu tujuannya.. jika berbicara, bertukar kata itu akan menjadi fitnah..
Benar saja dalam reuni tidak lah satu atau dua orang. Namun siapa tau hati manusia itu..
Dalam perkumpulan antara wanita dan pria yang bukan mahrom, dengan apapun itu tujuannya.. jika berbicara, bertukar kata itu akan menjadi fitnah..
Benar saja dalam reuni tidak lah satu atau dua orang. Namun siapa tau hati manusia itu..
Khususnya bagi seorang wanita
Dulu fikirku masih wajar jika keluar rumah bermain dengan teman , menghabiskan waktu bersama. Namun sekarang ku sadari itu tidaklah terlalu berguna..
Rasanya sekarang aku lebih suka berdiam diri dirumah , rasanya aku malu untuk keluar rumah bahkan berbincang dengan pria manapun itu, rasa malu pada diriku mungkin wajar karena usia yang semakin lama beranjak dewasa.
Namun perhatikan lah ukhti.
رْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
Dulu fikirku masih wajar jika keluar rumah bermain dengan teman , menghabiskan waktu bersama. Namun sekarang ku sadari itu tidaklah terlalu berguna..
Rasanya sekarang aku lebih suka berdiam diri dirumah , rasanya aku malu untuk keluar rumah bahkan berbincang dengan pria manapun itu, rasa malu pada diriku mungkin wajar karena usia yang semakin lama beranjak dewasa.
Namun perhatikan lah ukhti.
رْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al Ahzab: 33).
Bukan sombong atau merasa diri ini suci ataupun lebih baik dari yang lainnya. Tidak sama sekali.
Namun rasanya ini pilihan ku...
Cukuplah jika aku keluar rumah untuk waktu yang lama hanya bersama keluarga ataupun suami ku saja nantinya.
Pemikiran sebagian orang untuk ini mungkin terlalu berlebih atau apalah kata anak zaman sekarang. Mungkin dibilangnya lebay.
Ga hitz atau apapun itu sebutannya.
Tapi rasanya bersembunyi dengan alasan menjaga iffah dan Izzah seorang wanita lebih terhormat bukan?
Selama bisa menjaga tali silaturahmi melalui sosial media walaupun tidak bertemu secara langsung dan tatap muka. Jika lebih terjaga dan sesuai aturan syariat mengapa tak memilih jalan itu?
Namun rasanya ini pilihan ku...
Cukuplah jika aku keluar rumah untuk waktu yang lama hanya bersama keluarga ataupun suami ku saja nantinya.
Pemikiran sebagian orang untuk ini mungkin terlalu berlebih atau apalah kata anak zaman sekarang. Mungkin dibilangnya lebay.
Ga hitz atau apapun itu sebutannya.
Tapi rasanya bersembunyi dengan alasan menjaga iffah dan Izzah seorang wanita lebih terhormat bukan?
Selama bisa menjaga tali silaturahmi melalui sosial media walaupun tidak bertemu secara langsung dan tatap muka. Jika lebih terjaga dan sesuai aturan syariat mengapa tak memilih jalan itu?
Jadi bagaimana menurut kalian?
Penulisan ini semata mata berasal dari pengalaman ku atau temanku..
Aku pun masih belajar dalam memahami ilmu agama..
Bukan merasa paling benar atau berilmu .
Aku hanya berharap tulisan ini pun menjadi pelajaran bagi diriku sendiri. Dan bermanfaat bagi orang lain.
Aku pun masih belajar dalam memahami ilmu agama..
Bukan merasa paling benar atau berilmu .
Aku hanya berharap tulisan ini pun menjadi pelajaran bagi diriku sendiri. Dan bermanfaat bagi orang lain.
Komentar
Posting Komentar